May 31, 2026 May 31, 2026 Analisis Saham Sanurhasta Mitra (MINA) Mei 2026: Naik 373% Setahun, tapi Revenue Cuma Rp10 Miliar MINA naik +15,86% ke Rp336 dengan market cap Rp3,3 triliun — tapi revenue TTM hanya Rp10 miliar dan masih rugi. Story stock Bali dengan risiko regulasi dan fundamental yang tidak mendukung valuasi. Avoid analisis sahamMINASanurhasta MitrapropertiperhotelanBalistory stocksaham gorengananalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 31, 2026 May 31, 2026 Mayora Indah (MYOR): Laba Melesat 37%, Harga Masih Diskon 26% dari Puncaknya MYOR di Rp1.840 — turun 19% dalam setahun padahal laba Q1 2026 melesat 37% YoY dan net cash tercapai. Margin recovery baru dimulai. Apakah ini entry yang ditunggu? Buy analisis sahamMYORMayora Indahconsumer goodsFMCGmakanan minumanmargin recoveryanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham syariahsaham Indonesia
May 31, 2026 May 31, 2026 Analisis Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) Mei 2026: Crash 83%, Apakah Badai MSCI Sudah Berlalu? TPIA anjlok 83% dari ATH ke Rp1.785 akibat MSCI outflow, isu jaminan saham, dan tekanan IHSG. Fundamental Q1 2026 cetak rekor laba, tapi JP Morgan masih pasang target Rp1.090. Speculative analisis sahamTPIAChandra Asri PacificpetrokimiaenergiMSCI rebalancingoutflow asingPrajogo Pangestuanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 23, 2026 May 23, 2026 Analisa Saham Buana Lintas Lautan (BULL) Kabarnya Smart Money Masuk Besar-besaran? BULL turun 39% dari puncak Rp685, tapi laba FY2025 melonjak 77%, kapal LNG pertama baru mulai berkontribusi penuh di 2026, dan Bandar Movement +301 juta menunjukkan akumulasi besar dari tangan kuat. BRI Danareksa pasang target Rp780. Speculative analisis sahamBULLBuana Lintas LautanpelayarantankerLNGenergishippinganalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 23, 2026 May 23, 2026 Analisis Saham Indika Energy (INDY) Q1 2026: Koreksi Dalam, Taruhan Emas di Ujung Konstruksi INDY koreksi 44% dari ATH Rp4.370 ke Rp2.460. Proyek emas Awak Mas memasuki fase kritis, tetapi kebijakan ekspor satu pintu dan FCF negatif membebani jangka pendek. Speculative analisis sahamINDYIndika Energyenergitambang batubaratambang emastransformasi bisnisanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 23, 2026 May 23, 2026 Analisa Saham Green Power Group (LABA) Q3 2025 [Terbaru] LABA rebound 12,5% ke Rp99 tapi masih turun 73% dari ATH Rp366. Revenue TTM Rp48 miliar vs target Rp621 miliar di 2025 yang meleset total. CFO negatif Rp64 miliar dan governance suram pasca deportasi Dirut membuat LABA bukan untuk sembarang investor. Speculative analisis sahamLABAGreen Power Groupenergi baru terbarukanEBTbateraikendaraan listrikanalisis fundamentalanalisis teknikalsaham Indonesiaspeculative
May 22, 2026 May 22, 2026 Analisis Saham Dafam Property (DFAM) Q1 2026 DFAM meledak +23,85% ke Rp135 berkat sentimen relaksasi perjalanan dinas ASN. Tapi DER 10,47x, rugi empat tahun berturut-turut, dan Altman Z-Score -2,77 membuat ini lebih tepat disebut trading play, bukan investasi. Speculative analisis sahamDFAMDafam PropertyhotelperhotelanMICEpariwisata Indonesiaanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 22, 2026 May 22, 2026 Energi Mega Persada (ENRG): Tumbang -15% di Tengah Badai IHSG, Masih Layak Dikoleksi? ENRG anjlok 14,98% ke Rp1.220 di tengah koreksi IHSG dan sektor energi. Analisis teknikal, fundamental, dan katalis harga minyak Brent ~USD108 untuk menentukan zona entry yang tepat. Speculative analisis sahamENRGEnergi Mega Persadamigasupstream oil gasGrup Bakrieanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 22, 2026 May 22, 2026 Sinergi Inti Andalan Prima (INET): Dana Rights Issue Rp4 Triliun Belum Terpakai, Harga Sudah di Bawah Harga Pelaksanaan INET tumbang 53% YTD ke Rp218 meski duduki Rp4,49 triliun kas dari rights issue. Analisis apakah ini peluang atau jebakan nilai untuk emiten infrastruktur digital yang baru membangun FTTH. Speculative analisis sahamINETSinergi Inti Andalan Primainfrastruktur digitalFTTHtelekomunikasifiber opticanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 22, 2026 May 22, 2026 Paramita Bangun Sarana (PBSA): Laba Q1 2026 Ambrol 96%, tapi Yield 6,5% dan Neraca Bersih PBSA terjun 69% dari ATH Rp2.750 ke Rp850 setelah laba Q1 2026 hanya Rp1 miliar. Fundamentalnya masih kuat — zero debt, ROE 32%, dividend yield 6,5% — tapi earnings visibility 2026 menjadi tanda tanya besar. Speculative analisis sahamPBSAParamita Bangun Saranakonstruksiindustrial contractorCPOkelapa sawitanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamdividendsaham Indonesia